Doa

Sebagai nafas hidup orang percaya, doa merupakan sebuah topik yang tidak pernah berhenti untuk dibahas. Sama seperti udara yang kita butuhkan setiap hari untuk bernafas, demikian juga doa kita butuhkan setiap hari agar rohani kita tetap hidup. Bukan hanya sekedar hidup namun bertumbuh dan menghasilkan buah. Doa adalah persekutuan dan kesatuan dengan Allah yang sempurna. Untuk masuk dalam persekutuan dan kesatuan dengan Allah bukanlah sesuatu yang gampang. Karena itu Yesus mengajarkan kepada murid-murid-Nya untuk masuk ke dalam kamar dan kuncilah pintunya. Artinya kita perlu tempat dan suasana yang mendukung untuk dapat mengalami persekutuan dengan Allah. Berada di suatu tempat dan suasana yang mendukung pun masih kurang, karena kadangkala pikiran kita tidak bisa kita fokuskan. Ketika berdoa kita harus belajar mendisiplinkan pikiran, memusatkan hati, dan mempersiapkan waktu untuk fokus dan masuk dalam persekutuan dengan Tuhan. Satu hal lagi yang perlu diingat bahwa ketika berdoa jangan ada motivasi lain selain mengenal Allah. Sebab hanya dengan mengenal Allahlah, kita secara otomatis akan mempercayai-Nya, mempercayai bahwa doa yang kita naikkan didengar dan dijawab-Nya.

Olehnya itu mari kita sama-sama berusaha untuk menjalin persekutuan dan kesatuan yang sempurna dengan Bapa melalui doa kita. Sebab hanya dengan doalah kita dapat mengenal Dia dengan benar, dan melalui pengenalan itu kita percaya bahwa Allah yang kepada-Nya kita berdoa mampu dan sanggup mengabulkan setiap permohonan yang kita naikkan. Ingatlah ketika kita datang pada-Nya untuk hanya agar Tuhan menjawab permohonan kita, melainkan agar kita memiliki persekutuan dengan Dia. Mari latih diri kita untuk dapat memusatkan pikiran, hati dan waktu kita untuk mencari dan menemukan pribadi Allah yang kita sembah itu.

Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.
Matius 6:6

Bagikan Artikel: