Dituntut untuk Sempurna

Pernahkah kita dituntut untuk selalu berlaku sempurna terhadap orang lain? Mungkin saat ini kita dalam posisi yang sangat terpojok, orang-orang di rumah (keluarga) menuntut kita untuk bisa menjadi pribadi seperti yang mereka mau. Mungkin kita telah mencobanya berulangkali namun mereka sama sekali tidak menghargainya dan menganggap kita gagal.

Ada saat dimana kita merasa lelah dengan segala tuntutan yang diajukan orang lain kepada kita. Mungkin kita merasa bahwa kita tidak memiliki ruang untuk menjadi diri sendiri. Di sinilah kita kerap berpikiran bahwa hidup sudah tiada berarti lagi.

Saat kondisi kita begitu terpuruk, jangan pernah mengolahnya menjadi prasangka buruk. Datanglah kepada Tuhan, katakan segala keluh-kesahmu. Tuhan tahu seberapa lelah kita menghadapi kehidupan ini. Tuhan pun tahu setiap nama orang-orang yang menekan kita. Berdoalah untuk mereka dan ampunilah. Tangan Tuhan akan menjamah hatimu dan memulihkanmu. Tuhan akan mengangkat lelahmu. Tuhan juga akan memberi kekuatan baru untuk menghadapi segala persoalan.

Tetapi aku mau menyanyikan kekuatan-Mu, pada waktu pagi aku mau bersorak-sorai karena kasih setia-Mu; sebab Engkau telah menjadi kota bentengku, tempat pelarianku pada waktu kesesakanku.

Mazmur 59:17

Bagikan Artikel: