Ditinggalkan Anaknya

Ditinggalkan Anaknya
Ditinggalkan Anaknya

Di sebuah pusat berbelanjaan, ada seorang ibu yang sedang memarahi anaknya karena si anak terus menangis meminta mainan mahal. Ibu itu tidak bisa menenangkan anaknya sehingga melayangkan tangannya ke tubuh anaknya. Tiba-tiba ada seorang nenek berlari untuk menghentikan perbuatan ibu itu. Si nenek menangis dan mengatakan sesuatu pada ibu itu, “Jangan pernah berlaku kasar kepada anak-anakmu atau kau akan hidup sebatangkara pada masa tuamu.”

Rupanya nenek itu pada masa mudanya –saat ia menjadi ibu, kerap memperlakukan anak-anaknya dengan sangat kasar sehingga tanpa ia sadari anak-anaknya memupuk dendam dalam hatinya. Ketika anak-anaknya sudah dewasa dan memiliki kehidupan mereka masing-masing, nenek itu mulai ditinggalkan dan tidak mendapatkan kasih sayang dari anak-anaknya.

Memberi perhatian kepada anak, bukan berarti dengan cara memanjakannya setiap saat. Perhatian adalah juga menegur dengan lemah lembut ketika keinginan sang anak ternyata tidak baik untuk tumbuh kembangnya jika dituruti. Mari kita belajar untuk mulai mengubah tutur kata dan tingkah laku kepada anak-anak kita. Jika kita ingin mendapatkan kasih sayang mereka di masa tua, maka kita harus mampu mengasihi mereka pada masa kanak-kanak.

Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.

Efesus 6:4

Bagikan Artikel: