Dibentuk Melalui Teguran

Dulu semasa SMA, salah satu mata pelajaran yang paling sulit adalah fisika. Saya sering mendapatkan nilai yang jelek. Ibu guru berkali-kali menegur saya. Ketika saya dipanggil maju ke depan untuk mengerjakan soal di papan tulis, saya tidak berhasil menjawabnya. Saya kembali ditegur dan teguran itu membuat saya malu.

Sejak saat itu saya mulai giat belajar. Saya mulai menghapalkan rumus-rumus dan mengerjakan banyak soal-soal latihan. Rasa malu menjadi cambuk, yang pada akhirnya membuat saya mendapatkan nilai yang sempurna pada ujian berikutnya.

Teguran tidak selalu buruk. Bila teguran direspon secara positif, maka bisa menjadi alat untuk memperbaiki diri. Ketika ada yang menegur kita, bukan berarti mereka ingin menjatuhkan kita melainkan karena mereka peduli kepada kita.

Teguran berbeda dengan hinaan. Teguran merupakan salah satu bentuk dukungan untuk membuat kita maju. Sementara hinaan merupakan alat untuk menjatuhkan kita. Bersyukurlah bila kita bertemu dengan teguran, sebab itulah cara Tuhan untuk membentuk kualitas hidup kita agar menjadi lebih baik.

Siapa mengindahkan didikan, menuju jalan kehidupan, tetapi siapa mengabaikan teguran, tersesat.

Amsal 10:17

Bagikan Artikel: