Dibenci Karena Berbuat Baik

Dibenci Karena Berbuat Baik
Dibenci Karena Berbuat Baik

Semasa hidup-Nya, Tuhan Yesus sangat dibenci oleh orang-orang Farisi. Perbuatan-Nya dianggap tidak sejalan dengan pemahaman orang Farisi. Suatu saat, orang Farisi dan para ahli Taurat mengadu kepada Tuhan Yesus bahwa ada seorang perempuan yang tertangkap basah sedang berzinah. Mereka berkata bahwa menurut hukum Taurat, perempuan itu harus dirajam menggunakan batu. Namun, Tuhan Yesus tidak langsung menanggapi dengan berkata-kata. Dia membungkuk dan menulis dengan jari-Nya di tanah. Kemudian, Tuhan Yesus berkata, ”Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” Setelah mendengar perkataan Tuhan Yesus itu, orang Farisi dan para ahli Taurat itu mulai pergi satu persatu. Kemudian Tuhan Yesus mengampuni perempuan itu.

Di luar sana ada banyak orang yang berusaha untuk berbuat baik, tetapi malah dibenci bahkan dihukum. Beberapa peraturan dibuat bukan lagi untuk menegakkan keadilan, melainkan untuk kepentingan kelompok tertentu.

Tak dapat dipungkiri jika dunia ini semakin hari menjadi semakin jahat. Tuhan Yesus menginginkan kita untuk tidak serupa dengan dunia. Saya rasa itu dapat diartikan bahwa kita harus berbuat baik di tengah dunia yang jahat. Boleh saja kita dibenci oleh dunia karena berbuat kebaikan, tetapi Tuhan Yesuslah yang akan berada di depan kita untuk membela. Jadilah pembeda yang baik di tengan dunia yang jahat.

Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagi pula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehigga menerangi semua orang di dalam rumah.

Matius 5 :13-15

Bagikan Artikel: