Dia Membutuhkanmu Sebagai Ibu

Sore itu ada seorang anao kecil yang mendekati ibunya di ruang kerja. Anak itu melihat ibunya tengah asyik dengan pekerjaannya. Bahkan saat anak itu menjatuhkan gelas, ibu seolah tak peduli.

Lalu anak itu mencoba untuk berbicara kepada ibunya, “Bu, sepertinya tas ini menganggu meja kerja ibu. Biar Roni titipkan pada pembantu.”

Dengan sigap ibu menarik tas dan meletakkan di atas pangkuannya. “Di dalam tas ibu terdapat banyak uang dan ibu baru saja membeli perhiasan baru. Ini sangat berharga. Biarkan tas ini selalu berada di dekat ibu agar ibu bisa mengawasi setiap saat.”

“Jadi ibu tidak percaya dengan pembantu?”

“Tentu tidak.”

“Jika uang dan perhiasan saja ibu letakkan di pangkuan dengan sangat hati-hati, lalu kenapa ibu menitipkan Roni pada pembantu? Ibu bahkan jarang menemui Roni.”

Seorang anak butuh kasih sayang ibunya. Sesibuk apapun pekerjaan kita, tetaplah luangkan waktu untuk bermain dengan anak. Dia bukan boneka yang bisu, ia ingin berbincang dengan kita, menceritakan pengalamannya hari ini.

Lihatlah air mata para wanita yang setiap malam berseru-seru kepada Tuhan agar dibukakan buah kandungannya. Lihatlah sepasang suami istri yang bertahun-tahun mondar mandir ke rumah sakit untuk berobat demi memiliki anak.

Jangan sia-siakan kesempatan ini. Sayangin anak kita. Jangan biarkan ia tumbuh tanpa mengenal pribadi orang tuanya. Dekatkanlah dia pada Tuhan, agar kelak anak itu bertumbuh dengan membawa kemuliaan Tuhan.

Mahkota orang-orang tua adalah anak cucu dan kehormatan anak-anak ialah nenek moyang mereka.

Amsal 17:6

Bagikan Artikel:

Tags: , ,


youtube

youtube

youtube

Motivasi Terkini
Jesus
You might also likeclose