Di Balik Kepahitan

Di Balik Kepahitan
Di Balik Kepahitan

Saya seringkali merasakan kepahitan. Ada hal-hal yang saat itu Tuhan izinkan terjadi dalam hidup saya. Jika hal-hal itu sangat menyenangkan maka saya tidak perlu menangisinya selama berhari-hari. Ya, Tuhan izinkan saya bertemu dengan orang-orang yang hanya membuat hati saya terluka.

Awal mulanya saya bingung dan bertanya kepada Tuhan, mengapa semua ini harus saya alami. Tidak jarang saya melayangkan protes kepada Tuhan. Sebuah hubungan yang awalnya baik-baik saja, tiba-tiba terjadi perselisihan tanpa sebab yang jelas. Dan orang-orang itu mulai berkata-kata dengan tidak menyenangkan.

Kepahitan yang mula-mula, membuat saya hilang kendali. Seiring berjalannya waktu, ketika mengalami kepahitan yang serupa, saya bisa lebih mengontrol diri, hingga pada akhirnya bisa menghadapinya dengan baik. Tuhan ingin mengajarkan kesabaran dan kekuatan kepada kita.

Setiap peristwa yang Tuhan izinkan terjadi pasti mendatangkan kebaikan. Tuhan ingin kita menjadi pribadi yang lebih berkualitas dari dalam. Tuhan ingin iman kita bertumbuh bahwa rencana Tuhan lebih indah daripada yang terlihat oleh mata.

Ketika hatiku merasa pahit dan buah pinggangku menusuk-nusuk rasanya, aku dungu dan tidak mengerti, seperti hewan aku di dekat-Mu. Tetapi aku tetap di dekat-Mu; Engkau memegang tangan kananku. Dengan nasihat-Mu Engkau menuntun aku, dan kemudian Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan.

Mazmur 73:21-24

Bagikan Artikel: