Di Atas Standar

Hidup Kristen adalah hidup di atas standar. Ketika kita dirugikan atau dilukai, rasa sakit itu tidak membuat kita secara otomatis untuk membalas. Saat anak Tuhan menjadi korban dosa, tidak hak khusus untuk membalas dengan tangan kita sendiri. Bahkan ada sebuah perintah janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, lakukan yang baik bagi semua orang. Tidak terkecuali, orang-orang yang telah melukai dan merugikan kita.

Yesus tidak sedang menyepelekan kejahatan. Yesus juga tidak sedang bersikap acuh, asal menerima perlakuan buruk orang. Tidak begitu. Luka atau kerugian yang telah kita alami, bukan dijadikan alasan untuk membalas dendam. Mengapa? Karena membalas hanya akan melipatgandakan kejahatan. Menghukum mungkin bisa membereskan kejahatan, namun itu hanyalah solusi sementara. Mengampuni dan mengasihi musuh, mengobati hati yang luka dan mengubah orang lain adalah solusi terbaik.

Karena itu mari kita terus belajar untuk memiliki standar hidup di atas rata-rata. Jika dunia mengajarkan mata balas dengan mata, kaki balas kaki, tapi kasih Tuhan tidaklah demikian. Kita diajar untuk mengampuni dan mengasihi. Sebab pengampunan akan menyembuhkan luka kita, sedangkan mengasihi mampu mengubahkan orang lain. Mari kita membebat hati kita dengan mengampuni dan mari mengubah orang dengan mengasihi.

Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan melihat Allah.
Matius 5:9

Bagikan Artikel: