Dengar dan Rasakan

Dengar dan Rasakan
Dengar dan Rasakan

Kata “mengapa” sering terdengar ketika seseorang mendapat masalah dan berusaha mencari penyebab terjadinya masalah tersebut. Hal ini juga terjadi pada Ayub. Ayub sebagai seorang yang saleh dan jujur, tetapi harus mengalami penderitaan. Ayub kehilangan segala hal yang berharga baginya dan ia menderita sakit yang parah. Namun, melalui penderitaannya, Ayub dapat melihat dan merasakan sendiri kehadiran Tuhan yang selalu ada untuknya. Pengalaman pribadi inilah yang membuat Ayub mengalami pembaharuan.

Mengikut Tuhan Yesus bukan berarti kita selalu terlepas dari masalah. Ketika semuanya berjalan mulus tanpa ada masalah sedikitpun, kita tak akan pernah merasakan indahnya kehadiran dan pertolongan-Nya. Ada kalanya kita menghadapi masalah yang sangat berat dan membuat kita bertanya mengapa semua ini harus terjadi. Kemudian kita berusaha untuk menyelesaikannya, tetapi hanya jalan buntu yang kita dapatkan. Ketika kita bertanya pada orang lain dan berharap ada pertolongan dari mereka, tetapi kita tidak mendapat jawaban apapun.

Itu semua bukan berarti Tuhan Yesus benar-benar meninggalkan kita. Dia hanya ingin kita memandang-Nya sebagai satu-satunya jawaban dan jalan keluar. Dia telah menyiapkan pertolongan pada waktu yang tepat, sehingga kita dapat melihat dan merasakan sendiri kehadiran dan pertolongan-Nya yang selalu ada bagi kita. Dengan demikian, kita akan mendapat pengalaman pribadi bersama Tuhan. Itulah yang Tuhan inginkan.

Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.

Ayub 40:5

Bagikan Artikel: