Dengan Siapa Kita Berjalan

Dengan Siapa Kita Berjalan
Dengan Siapa Kita Berjalan

Kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dengan dinamika kehidupan yaitu suka dan duka. Suka, ketika kehidupan berjalan sesuai dengan hal yang diharapkan. Duka, ketika kehidupan tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Diperlukan respon yang benar dalam menghadapi setiap situasi kehidupan. Dalam suka, tentu saja sangat mudah untuk berkata : “Tuhan Yesus baik”, dan bersyukur kepada Tuhan. Namun, bagaimana sebaliknya, jika kita sedang mengalami duka? Apakah kita masih bisa berkata :”Tuhan Yesus baik” dan bersyukur kepada Tuhan?

Kadang kala yang kita lakukan adalah mengeluh kepada Tuhan, kecewa dan tidak jarang kita marah kepada Tuhan dan mengundurkan diri dari Tuhan. Sebenarnya kalau direnungkan, apa salah Tuhan sehingga ketika keadaan duka melanda kita, kita kecewa, marah dan bahkan menyalahkan Tuhan? Kebenarannya adalah dalam segala situasi yang terjadi, Tuhan tetep baik dan tidak ada niat jahat dari-Nya untuk kita.

Segala keadaan, baik suka dan duka diizinkan terjadi untuk kebaikan kita serta mendewasakan kita, sehingga karakter Kristus semakin bertumbuh dalam hidup kita. Dan pada saat duka sedang terjadi, janji Tuhan bahwa Dia selalu menyertai kita dan tidak pernah meninggalkan kita.

Kalau Tuhan yang maha segalanya beserta dengan kita, maka adakah yang mustahil bagi Dia, jadi mengapa harus takut dan kuatir? Karena sesungguhnya hidup itu bukan tentang apa yang kita alami, namun tentang dengan siapa kita berjalan. Berjalan bersama Yesus, merupakan jalan terbaik dan teraman di dunia ini. Jadi pilihlah berjalan bersama Yesus yang setia dan selalu mengasihi.

dan mereka akan menamakan Dia Imanuel yang berarti: Allah menyertai kita

Matius 1:23b

Bagikan Artikel: