Dengan Penuh Penyesalan

Penyesalan
Penyesalan

Daud mendukakan hati Allah dengan melakukan hal yang jahat di mata-Nya. Daud mengambil Batsyeba, istri Uria, sebagai istrinya dan menugaskan Uria ke medan perang untuk membunuhnya. Allah kemudian mengutus Natan untuk menyadarkan Daud. Akhirnya Daud menyadari dan mengakui dosa-dosanya dengan penuh penyesalan. Ia mengarahkan kembali hatinya kepada Allah dan Allah memberkatinya kembali.

Respon yang benar atas dosa yang kita lakukan ialah bertobat dengan sungguh-sungguh. Menghadap Allah untuk menerima pengampunan, kasih karunia, bersedia menerima hukuman dan juga perubahan. Arahkan kembali hati kita kepada Allah dan terimalah teguran dengan kerendahan hati. Kita harus benar-benar menyesali dosa yang telah kita perbuat dan bertekad untuk tidak melakukannya lagi.

Saat kita datang kehadapan Allah dengan penuh penyesalan, Ia akan membantu mengubah hidup kita yang lama menjadi baru. Allah membentuk kita menjadi lebih indah dan dipersiapkan untuk hal-hal yang lebih besar. Seperti yang tertulis dalam 2 Timotius 2:21, “Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.” Allah akan membantu kita menolak godaan dan melewati pencobaan, selama kita sungguh-sungguh mau memperbaiki diri.

Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

1 Yohanes 1:9

Bagikan Artikel: