
Saya baru saja bertemu dengan kawan lama. Rupanya kawan saya itu telah menikah dan memiliki anak. Kami dulu adalah teman sepelayanan di gereja. Saya juga masih ingat bagaimana dia begitu aktif dalam melayani Tuhan. Namun saya terkejut ketika pada siang hari saat kami mengobrol, dia meminta izin untuk melakukan kegiatan ibadah.
Akhirnya dia bercerita bahwa dulu dia bertemu dengan istrinya. Karena rasa cintanya yang begitu besar dan karena tidak ingin kehilangan wanita yang paling dicintai, ia memutuskan untuk meninggalkan Tuhan. Saya sebagai teman sepelayanannya dulu merasa sakit hati dan pastinya lebih menyakitkan bagi Tuhan.
Apakah yang paling berharga di dunia ini selain iman kita kepada Tuhan? Adakah yang lebih mahal dari keselamatan? Adakah yang layak untuk menggantikan posisi Tuhan Yesus dalam kehidupan kita? Jika demi pasangan hidup kita menolak Tuhan Yesus, itu sama halnya kita telah menjauhkan diri kita dari keselamatan.
Mungkin saat seseorang meninggalkan Tuhan Yesus mereka merasa bahagia, namun mereka tidak menyadari bahwa mereka telah menggali sumur dosanya sendiri. Dan saat kebinasaan itu tiba, maka tak seorang pun dapat menolong kecuali sebuah pertobatan. Jangan pertaruhkan iman demi apa pun di dunia ini.
Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu–yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api–sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.
1 Petrus 1:7