Nehemia memiliki kedudukan yang cukup terpandang di istana raja artasasata. Namun ketika ia mendengar keadaan tembok Yerusalem yang terbongkar dan pintu-pintu gerbangnya terbakar, ia tidak langsung mengambil tindakan. Meskipun ia merasa sedih dan terbeban atas keadaan itu, ia tidak mengandalkan kekuatannya. Dalam keadaan sedih dan berkabung tersebut langkah awal yang diambil adalah merendahkan diri, berdoa dan berpuasa kepada Tuhan. dalam berdoa dan berpuasa Nehemia mengakui kebesaran Tuhan dan memohon agara Tuhan mendengar seruan doanya. Dia juga mengakui dosa orang Israel dan dosa keluarganya.

Banyak orang ketika memiliki jabatan atau kedudukan yang tinggi, ketika menghadapi sebuah persoalan yang bisa diatasi dengan jabatannya, ia otomatis akan langsung bertindak untuk mengatasinya. Hanya sedikit yang datang kepada Tuhan dan bertanya kepada-Nya. Sebagai orang percaya, hendaknya kita menjadi seperti Nehemia, langkah awal yang ia lakukan adalah datang meredahakan diri, berdoa dan berpuasa berseru kepada Tuhan, sehingga ketika kita melangkah, kita melengkah sesuai dengan kehendak Tuhan.

Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit
Nehemia 1:4