Datanglah dan Peluklah Aku

Datanglah dan Peluklah Aku

Datanglah dan Peluklah Aku

Siang itu, hujan mulai mengguyur suatu tempat di mana tinggallah seorang anak kecil bersama ayahnya di sebuah rumah yang sederhana. Hujan semakin deras dan mulai terlihat kilatan cahaya yang sangat terang disertai suara petir yang sangat keras. Anak kecil itu mulai ketakutan. Dia berlari dan bersembunyi di kolong meja makan sambil menangis. Melihat anaknya sedang ketakutan, sang ayah datang menghampiri anaknya dengan berkata, “Jangan takut, keluarlah dari kolong meja dan mendekatlah pada ayah.” Setelah mendengar perkataan ayahnya itu, akhirnya anak kecil itu keluar dari kolong meja makan kemudian berlari ke arah ayahnya dan memeluknya. Sang ayah mendekapnya dengan penuh rasa sayang. Kemudian, anak kecil itu tidak lagi merasa takut dan mulai berhenti menangis meski kilatan cahaya dan suara petir masih belum berhenti.

Sekuat apapun kita, ada kalanya kita menjadi takut ketika menghadapi persoalan. Terkadang, kita mulai mencari cara untuk menyelesaikan masalah tanpa arah yang jelas seperti seorang yang kebingungan mencari perlindungan. Dampaknya, kita akan terus berada dalam masalah yang seolah tak akan pernah dapat diselesaikan.

Tuhan Yesus adalah perlindungan bagi kita. Saat kita mulai merasa takut karena masalah yang kita hadapi, datanglah pada Tuhan Yesus. Datanglah pada-Nya melalui doa. Peluklah Dia dan jangan pernah lepaskan. Tuhan Yesus akan mendekap kita dengan penuh kasih. Dalam dekapan-Nya, kita akan merasa aman dan tenang meski badai hidup menerpa kita.

Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.”

Mazmur 91:1-2

Bagikan Artikel Ini :

Tags: , , ,

You might also likeclose