Damai yang Sejati

Damai yang Sejati
Damai yang Sejati

Suatu saat tinggallah seorang pengusaha yang kaya raya. Setiap malam, pengusaha itu meletakkan tumpukan uang dari hasil pendapatanya selama satu hari di meja kerjanya untuk dihitung. Pada awalnya pengusaha itu merasa senang dan puas ketika melihat jumlah uang dari hasil jerih payahnya sangat banyak. Namun, setelah beberapa tahun, pengusaha itu mulai merasa bosan karena setiap malam selalu melihat dan menghitung uang. Tak hanya itu, pengusaha itu mulai takut jika uangnya dicuri orang dan mulai kebingungan untuk mencari tempat yang aman untuk menyimpan seluruh uangnya.

Apalah artinya hidup jika kita tidak pernah mendapatkan kedamaian yang sejati. Itu sebabnya semua orang melakukan segala cara untuk mendapatkan kedamaian. Termasuk dengan berlomba menjadi orang yang kaya raya. Beberapa orang berpikir, dengan uang dia dapat membeli segalanya. Memang dengan menjadi orang kaya dapat membeli semua, kecuali kedamaian yang sejati.

Sebagai seorang Kirstiani, kita harus memiliki cara pandang yang berbeda dengan kebanyakan orang untuk mencari damai yang sejati. Damai yang sejati dapat kita miliki hanya saat datang pada Tuhan Yesus. Hanya Dia yang mampu memberikan damai yang sejati.

oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi, untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera.

Lukas 1:78-79

Bagikan Artikel: