Curhatlah pada Orang yang Tepat

Dulu saya mempunyai dua orang teman baik. Kedua teman saya itu memiliki karakter yang berbeda sehingga saya memutuskan untuk meninggalkan salah satu di antara mereka sebab jika bersamanya saya tidak akan bertumbuh ke arah yang positif. Saat saya sedang mengalami masalah (dikecewakan oleh orang lain), teman saya si A cenderung mengompori untuk membalas dendam. Sebaliknya teman saya si B mendorong saya untuk bisa bersabar dan mengampuni. Saya pun meninggalkan teman yang memiliki hati kurang baik. Jika saya terus mempertahankan teman yang seperti itu, maka saya tidak akan pernah lulus dalam hal kesabaran dan pengampunan.

Memilih teman baik memang harus selektif, sebab pergaulanlah yang secara tidak langsung akan mempengarhui masa depan kita. Jika kita ingin berbagi beban, berbagilah pada orang yang tepat. Berbagilah pada sahabat baikmu. Sahabat yang baik tidak akan pernah menjerumuskan kita ke dalam dosa. Sahabat baik akan membawa kita untuk berjalan bersama-sama dalam kebenaran Firman Allah.

Jangan pernah sakit hati bila sahabatmu menegur, sebab ia peduli padamu. Akan lebih baik bila kita memiliki sahabat yang seiman. Seorang sahabat akan menjadi prisai bagi sahabatnya melalui doa-doa yang ia naikkan setiap hari.

Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.

Amsal 17:17

Bagikan Artikel: