Cobaan dan Penderitaan Jangan Mempengaruhi Imanmu!

Memiliki persepsi yang benar tentang ujian dari Tuhan membuat kita mampu mencapai puncak iman. Ada seorang jemaat Tuhan yang mengalami sakit kaknker, ia bergumul bertahun-tahun dengan penyakit ini dan harus terus menjalani kemoterapi yang menyakitkan. Dalam menghadapi penyakit ini imannya tidak menjadi lemah, ia tetap mempercayai Tuhan dengan kokoh dan tetap memiliki semangat untuk terus melayani Tuhan walaupun ia menderita. Inilah yang dikatakan bahwa sesungguhnya puncak iman kita tidak dipenagruhi oleh berbagai macam cobaan dan penderitaan.

Iman yang dimiliki jemaat itu, seharusnya kita miliki. Di dalam berbagai cobaan dan penderitaan iman kita tidak menjadi lemah atau bahkan berbalik dan meninggalkan Tuhan. Jangan membangun iman kita di atas dasar berkat. Ketika berkat itu tidak ada lagi, iman kita pun lenyap. Marilah kita meletakkan kepercayaan kita kepada Tuhan. Apa pun yang terjadi, tetap memegang firman-Nya. Kita memohon pada Tuhan agar Tuhan memberikan kekuatan, untuk melalui penagalaman-pengalaman itu baik lewat persoalan, cobaan, penderitaan dan akhirnya dimurnikan dan timbul seperti emas.

Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, namun aku akan bersorak-sorai di dalam Tuhan, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.
Habakuk 3:17-18

Bagikan Artikel: