Citra Diri Orang Percaya

Citra diri seseorang kerap kali dibangun dari potret diri yang diperoleh dari orang tua, keluarga, teman, lingkungan dan yang lainnya.  Hal ini mungkin baik, mungkin juga buruk. Mungkin benar, mungkin juga salah. Namun itulah yang mendasari seseorang berpikir tentang diri mereka sendiri. Inilah yang disebut dengan proses pemahaman diri. Tapi sebagai orang percaya, pemahaman diri ini adalah bagian dari proses pendewasaan rohani. Proses pemahaman diri yang benar adalah ketika kita mampu untuk melihat diri kita yang baru di dalam Kristus, yang telah diciptakan ulang seturut gambaran Allah. Karena itu seseorang yang dewasa rohani akan mampu mendapatkan penghargaan atas dirinya.

Lalu bagaimana citra diri kita, apakah kita masih menilai diri kita dari apa kata orang lain? Jika benar, artinya kita belum memiliki pemahaman yang tepat tentang diri kita. Karena itu, mari kita bangun citra diri melalui persekutuan yang erat dengan Allah. Kita akan mampu melihat diri kita sebagaimana Allah melihat diri kita. Penghargaan atas diri tidak lagi didasarkan pada penilaian orang lain, melainkan penilaian Allah atas kita. Sebab kita hidup bukan untuk memenuhi standar manusia, melainkan memenuhi rencana Allah atas hidup kita.

dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
Efesus 4:24

Bagikan Artikel: