Cinta Seorang Ibu

Cinta Seorang Ibu
Cinta Seorang Ibu

Beberapa hari ini saya melihat dua orang yang berboncengan menggunakan sepeda motor tua. Saya kerap menjumpai mereka pagi hari pada saat berangkat bekerja dan hari ini saya bertemu dengan mereka pada sore hari. Seorang wanita setengah baya dengan jaket orange, mengendari motornya sangat hati-hati. Di balik punggunya ada seorang wanita muda dengan seragan biru tua.

Yang menggetarkan hati saya adalah, diusia yang tak lagi muda, ibu itu masih mau mengatar-jemput anaknya. Pagi yang dingin tak mengurangi kasih kepada anaknya, begitu juga angin sore yang membelah keramaian jalanan. Ada cinta yang ia perjuangan di hati anaknya.

Kita harus bersyukur bila Tuhan masih memberi kita kesempatan untuk melihat ibu dan merasakan cinta kasihnya. Kita harus bisa memanfaatkan waktu yang Tuhan beri untuk bisa membahagiaan ibu dan keluarga kita. Jangan sampai kita menyesalinya ketika kita tidak mampu untuk melihat dan bersama-sama dengannya lagi.

Tuhan Yesus tidak pernah main-main dalam mencintai anak-anak-Nya. Oleh sebab itulah Tuhan menciptakan seorang wanita yang saat ini kita panggil ibu. Berbahagialah wanita-wanita yang telah berhasil mengasihi anak-anaknya, dan berbahagialah juga anak-anak yang berhasil mencintai ibunya.

Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.

1 Yohanes 4:12

Bagikan Artikel: