Christmas

Ketika natal tiba, bagi sebagian orang adalah kesempatan untuk menunjukkan semua yang dimilikinya. Dan memang itulah yang menjadi evaluasi bagi diri mereka selama setahun. Sehingga begitu natal tiba, semua orang mengejar kapan dan berapa bonus yang akan diterima dari tempatnya bekerja. Ada banyak kejadian yang membuat natal bukan lagi sebuah momen evaluasi dan peringatan kemurahan Allah, karena telah menganugerahkan Yesus bagi dunia. Natal hanya dijadikan moment untuk bersenang-senang. Tidak mengherankan ketika natal ada yang mati kecelakaan, ada yang kehilangan keperawanan, waktu untuk menghabiskan uang di meja judi dan night club. Mereka sangat menginginkan dignity, kehormatan, dan nilai, tetapi mereka bukannya mendapatkannya malah kehilangan. Yang lebih parah lagi, belum tentu mereka menjadi sadar akan kehilangan tersebut. Sudah hilang tetapi masih tidak sadar kalau sudah kehilangan.

Karena itu sebagai orang percaya, yang mengeri esensi dari natal itu, mari kita memandang natal sejati yaitu kembali kepada kebenaran, memandang kepada Kristus dan berusaha untuk benar di hadapan Tuhan. Sebab anugerah terbesar dari Bapa telah dianugerahkan kepada kita. Pandanglah natal dan lihatlah kemuliaan Tuhan yang dinyatakan diberikan kepada manusia. Kiranya natal membawa kepada kemuliaan dan kemuliaan yang diberikan kepada kita, dapat kita gunakan kembali untuk memuliakan nama Tuhan.

supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!
Filipi 2 :10-11

Bagikan Artikel: