Carilah Tuhan dalam Keheningan

Seorang pemuda pulang ke rumah dengan hati penuh amarah. Ia baru saja kehilangan pekerjaannya. Pemuda itu mencari neneknya dan hendak menagih janji dari apa yang nenek katakan.

“Nenek bilang Tuhan itu baik. Tapi nyatanya kini aku kehilangan pekerjaan. Di mana Tuhan yang baik itu, Nek?” tanya pemuda itu.

Namun nenek tak menyahut, rupanya sedang tidur. Pemuda itu semakin marah, “Mengapa Tuhan tidak berpihak padaku!”

Karena teriakan pemuda itu sungguh kencang, nenek pun terbangun. Tergopoh-gopoh membuka pintu dan menemui pemuda itu. Nenek mencoba menenangkannya, namun pemuda itu tetap mengomel.

Nenek mulai memberi nasihat, tapi pemuda itu tak bisa mendengar. “Nenek terlalu lirih,” katanya. Karena masih tak bisa mendengar, ia mencoba duduk di samping nenek dan berhenti mengomel. Ketika dirinya diam dalam ketenangan, barulah perkataan nenek mampu ia dengar.

“Tuhan selalu memiliki rencana yang baik sekalipun tampak tak baik bagimu. Bekerja di sana adalah kehendakmu, tapi Tuhan memiliki pekerjaan yang jauh lebih baik. Jika kamu terus melayani emosimu, maka kamu tidak akan mampu mendengar suara Tuhan. Temuilah Tuhan dalam keheningan. Berlututlah untuk berdoa, beri hatimu untuk mendengar apa yang Tuhan mau dalam hidupmu.”

Kesulitan yang kita hadapi terjadi bukan karena Tuhan tidak berpihak kepada kita. Doa kita tak terjawab bukan karena Tuhan tak mendengar. Semua karena kita terlalu sibuk sehingga melupakan waktu untuk bersekutu dengan-Nya.

Ketika masalah datang kita seringkali langsung emosi dan protes kepada Tuhan. Hati kita menjadi penuh dengan amarah sehingga tidak mampu mendengar suara Tuhan. Datanglah kepada Tuhan dalam hening doamu. Berlutut dan duduklah dekat hadirat-Nya, maka kita akan dengar Tuhan berbicara.

Tetapi TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus. Berdiam dirilah di hadapan-Nya, ya segenap bumi!

Habakuk 2:20

Bagikan Artikel: