Butuh Pengakuan

Butuh Pengakuan
Butuh Pengakuan

Saat ini manusia di dunia haus akan pengakuan. Pengakuan akan status dan kehebatannya dan seiring berjalannya waktu dan perkembangan social media, hal tersebut semakin memperparah keadaan. Orang-orang berlomba memamerkan kebahagiaan dan kehidupan palsu di social media dan terobsesi dengan pujian dan pengakuan dari orang lain. Miris memang, tapi begitulah kenyataan dunia yang kita hadapi sekarang. Cameron Russel adalah seorang publik figur dan terlahir dengan fisik menarik. Lewat akun youtube-nya ia mengatakan bahwa ia hanya menunjukan apa yang orang-orang ingin lihat dari dirinya tetapi sebenarnya dia tidak sepenuhnya bahagia menjadi seseorang yang menarik. Dia pun mengatakan bahwa dia tidak sesempurna seperti dirinya yang terlihat di foto-fotonya di majalah ataupun di media. Dia hanyalah seorang manusia biasa yang ingin diterima apa adanya dengan segala kekurangan dan kelebihannya.

Apakah kebahagiaan kita hanya bergantung pada pengakuan dunia dan orang lain? Apakah kita harus selalu memakai topeng? Sudah berapa banyak uang yang kita habiskan hanya untuk membuat orang lain terkesan? Apakah kita akan terus-menerus mengejar pengakuan manusia atas usaha, kesuksesan, kekayaan, kecantikan dan pelayanan kita? Kita harus melihat bagaimana Tuhan Yesus lebih mementingkan pengakuan Bapa di Sorga. Kita bisa juga melihat contoh Saul dan Daud. Daud merupakan seorang yang berkenan dan menyukakan hati Tuhan karena ia melakukan kehendak Allah (Kisah Para Rasul 13:22) sedangkan Saul pada akhirnya hanya membutuhkan pengakuan dari rakyatnya (1 Samuel 18:5-8a) sehingga Tuhan mencabutnya dari tahtanya dan digantikan oleh Daud. Apakah saat ini hidup kita sudah memenuhi keinginan Tuhan? Ketika kita hidup benar mengikuti kehendaknya, niscaya kita akan diangkat dan diberkati Tuhan. Buatlah kehidupan kita berarti dengan menjadi panutan dan terang bagi sesama.

Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi Raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.

Kisah Para Rasul 13:22

Bagikan Artikel: