Bukan Haters, Tapi Lovers

Bukan Haters, Tapi Lovers
Bukan Haters, Tapi Lovers

Seorang profesor mengadakan permainan pada mahasiswanya. Mereka disuruh membawa sebuah kantong plastik dan beberapa kentang. Kentang-kentang itu kemudian diberi nama berdasarkan nama orang yang dibenci dan mahasiswa harus membawa kantong plastik berisi kentang tersebut kemana pun mereka pergi selama satu minggu. Hari berganti hari, kentang-kentang mulai membusuk, mahasiswa pun mulai mengeluh, apalagi yang membawa banyak kentang. Selain berat, baunya juga tidak sedap. Setelah satu minggu, akhirnya mereka merasa lega karena penderitaan mereka segera berakhir. Dan profesor pun menjelaskan arti permainan tersebut, yang menunjukkan seperti itulah kebencian jika selalu kita bawa-bawa dan jika kita tidak bisa memaafkan orang lain.

Kebencian atau dendam yang kita simpan atas orang lain atau atas apapun yang telah mereka lakukan, sama sekali tidak ada gunanya. Kebencian itu hanya akan memberatkan diri kita sendiri dan membuat kita tidak nyaman. Kebencian tidak akan memberi apa-apa selain kepahitan, kesedihan dan kegelisahan berkepanjangan. Tidak akan ada damai di hati kita jika masih memendam kebencian.

Yesus Kristus mengajarkan kita untuk hidup dalam kasih, mengasihi orang lain, termasuk musuh kita. Mungkin kita bisa belajar dari kebiasaan anak-anak. Mereka dengan mudah bertengkar pada saat bermain, tapi juga dengan mudah berdamai kembali dan melupakan masalah yang ada. Tidak ada dendam dan kebencian dalam hati mereka. Berdamailah dengan masa lalu dan dengan orang-orang yang memiliki kenangan buruk dalam hidup kita. Karena Allah yang kita sembah adalah Allah yang penuh kasih. Kita pun harus menjadi anak-anak pengasih, bukan menjadi haters melainkan lovers.

Janganlah engkau membenci saudaramu di dalam hatimu, tetapi engkau harus berterus terang menegor orang sesamamu dan janganlah engkau mendatangkan dosa kepada dirimu karena dia.

Imamat 19 : 17

Bagikan Artikel: