Bukan Bayi Lagi

Bukan Bayi Lagi
Bukan Bayi Lagi

Saya baru saja mengunjungi keponakan yang baru berusia 6 bulan. Anak usia 6 bulan harus disuapi dengan bubur karena sistem pencernaannya yang tidak sekuat orang dewasa. Selain itu keponakan saya juga mendapatkan perhatian dan perlakuan yang istimewa karena belum bisa berjalan.

Apakah kita ingin dipelakukan seperti bayi? Apa kita ingin digendong dan memakan bubur setiap harinya? Tentunya sebagai orang dewasa kita akan menolak bila diperlakukan secara demikian. Jika kita mengaku telah dewasa dan tidak lagi makan “bubur”, maka sudah sepantasnya untuk kita terima “makanan” yang keras dari Tuhan.

Apa yang Tuhan berikan pastilah sudah sesuai dengan kebutuhan kita. Saat kita mendengar firman yang mungkin menegur kita, kita harus bisa menerimanya dengan kerendahan hati. Namun bila kita menolaknya dan menjadi marah, maka kita belum bisa dikatakan dewasa secara rohani.

Kita tidak hanya menerima tuntunan Tuhan untuk selalu berjalan di jalan-Nya, namun kita juga harus menuntun orang lain agar tidak tersesat jalannya. Hidup kita adalah untuk menjadi terang dunia dan menjadi alat-Nya untuk menyelamatkan manusia yang belum percaya.

Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.

Ibrani 5:14

Bagikan Artikel: