Berserah Kepada Tuhan

Di dunia ini terdapat berbagai simbol dan isyarat yang dapat dipahami secara global dan memiliki makna tersendiri, salah satunya adalah mengibarkan bendera putih sebagai tanda menyerah. Simbol ini sudah dikenal oleh hampir seluruh negara di dunia. Jika ditelusuri lebih lanjut, ternyata tradisi ini sudah digunakan sejak masa lampau oleh bangsa China dan Romawi untuk menandakan sikap menyerah. Para ahli sejarah percaya bahwa warna putih digunakan karena lebih mudah dikenali di tengah kondisi pertempuran, dan juga karena kain warna putih sangat mudah diperoleh. Selain sebagai tanda menyerah, bendera putih juga dijadikan tanda gencatan senjata dan ajakan negosiasi ketika dalam peperangan, serta digunakan oleh para pembawa berita dan petugas kesehatan untuk mengangkut orang-orang yang terluka.

Seperti mengangkat bendera putih kepada lawan, kita juga dapat mengangkat bendera putih kepada Allah. Bukan menyerah pada lawan dan keadaan, melainkan berserah kepada Tuhan. Berserah kepada Tuhan bukan berarti pasrah dan tidak berbuat apa-apa. Berserah kepada Tuhan bukan berarti pesimis dan kehilangan pengharapan. Berserah kepada Tuhan berarti seturut dengan kehendak-Nya dan menyerahkan diri pada pimpinan-Nya. Berserah kepada Tuhan berarti kita tetap optimis dan semangat, serta percaya akan pemeliharaan Tuhan atas hidup kita.

Masalah boleh saja datang silih berganti dalam hidup kita, namun hal itu tidak boleh membuat kita pasrah pada keadaan. Jangan menyerah pada keadaan dan jangan hanya mengandalkan kekuatan sendiri. Bawa semua pergumulan kita pada Tuhan dan bersandarlah pada-Nya. Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang besar, jauh lebih besar dari apapun yang sedang kita hadapi. Tetaplah berdoa dan mendekat kepada-Nya untuk mengetahui apa yang menjadi kehendak-Nya. Ia sanggup menghentikan penderitaan kita dan membawa kemenangan bagi kita.

Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel, dari sekarang sampai selama-lamanya!

Mazmur 31:3

Bagikan Artikel: