Berserah Itu Baik

Berserah Itu Baik
Berserah Itu Baik

Ada sebuah bejana yang telah retak dan berada di dekat tempat sampah. Tiba-tiba ada seorang tua yang mendekatinya lalu memungutnya. Orang tua tersebut membawanya ke dalam rumah lalu mengambil palu dan mulai menghancurkan bejana tersebut.

Bejana retak mulai berteriak kesakitan dan memberontak, bejana itu berharap agar orang tua tersebut tidak meneruskan aksinya. Orang tua tersebut lalu diam dan membiarkan bejana itu hancur selama bertahun-tahun.

“Hentikan dan jangan hancurkan aku. Aku sudah retak dan seharusnya mendapatkan perbaikan.”

“Aku mengetahui apa yang terbaik bagimu dan aku selalu mengenali setiap bejana yang kubentuk dengan tanganku. Kau harus dihancurkan agar segala keburukanmu lenyap sebelum aku membentukmu kembali sebagai bejana baru.”

Tuhan mengetahui apa yang terbaik bagi kita sebab kita adalah bejana-bejana buatan tangan-Nya. Ketika kita mulai retak oleh dosa-dosa yang melekat dalam kehidupan kita, maka Tuhan akan mengambil kita untuk kemudian menghancurkan semua dosa yang tertinggal dalam hidup kita.

Tuhan akan meremukkan kita lalu mulai membentuk kita menjadi pribadi yang baru. Ada baiknya kita berserah diri kepada Tuhan atas setiap proses yang Tuhan ijinkan terjadi dalam kehidupan kita tanpa memberontak kepada-Nya.

Celakalah orang yang berbantah dengan Pembentuknya; dia tidak lain dari beling periuk saja!

Yesaya 45:9a

Bagikan Artikel: