Bersahabat dengan Kebaikan Tuhan

Saya pernah beberapa kali bertemu dengan seseorang yang selalu menceritakan masa lalunya. Orang tersebut bukanya menyaksikan kebaikan Tuhan, namun justru menyesali semua perbuatan yang telah ia lakukan. Ia pun kemudian menangis dan menyimpan kesedihan itu.

Biarlah apa yang telah terjadi menjadi bagian dari masa lalu, termasuk segala kesedihan juga kekecewaan yang pernah kita rasa. Janganlah tangan kita selalu menggenggam masa lalu, sebab Tuhan akan meletakkan masa depan di tangan kita untuk kita raih.

Belajarlah untuk bisa bersahabat dengan kebaikan Tuhan. Jangan sesali apa yang telah terjadi, sebab setiap persoalan yang Tuhan izinkan untuk kita hadapi pastilah mendatangkan kebaikan. Kita semakin dikuatkan dan menjadi lebih tangguh dalam menghadapi persoalan berikutnya.

Jika Tuhan tidak baik kepada kita, maka kita tidak akan bisa menjadi pribadi seperti sekarang ini. Tanpa kebaikan Tuhan kehidupan kita akan jauh lebih buruk dari masa lalu.

Alangkah limpahnya kebaikan-Mu yang telah Kausimpan bagi orang yang takut akan Engkau, yang telah Kaulakukan bagi orang yang berlindung pada-Mu, di hadapan manusia!

Mazmur 31:20

Bagikan Artikel: