Bermegah di Dalam Tuhan

Bermegah di Dalam Tuhan
Bermegah di Dalam Tuhan

Pujian dan penghormatan yang kita terima atas segala keberhasilan, kesuksesan, dan kecerdasan mungkin pernah membuat kita lupa diri. Kita menerima semuanya dengan anggapan bahwa semua yang kita capai adalah bukti kehebatan kita yang layak diapresiasi. Di saat-saat seperti itulah kita merasa pantas untuk membanggakan diri. Namun kita membanggakan sesuatu yang salah, sehingga hidup kita bisa terjerumus ke dalam berbagai-bagai dosa. Semua yang kita miliki dan mampu kita gapai adalah pemberian Tuhan. Dan juga sikap bermegah harus kita lakukan di dalam nama Tuhan yang kudus. “Bermegahlah di dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersukahati orang-orang yang mencari TUHAN!” (1 Taw. 16:10)

Kita harus selalu menyadari bahwa tanpa campur tangan Tuhan dalam hidup kita, kita bukanlah siapa-siapa dan tidak akan menjadi siapa-siapa. Kita telah diangkat dari kubangan dosa dan dibebaskan dari jerat iblis, kita ditebus dan diberikan berkat melimpah. Ia membentuk talenta dan kemampuan kita sedemikian rupa, ia melancarkan usaha dan pekerjaan yang kita lakukan, dan Ia tidak pernah lupa menghadiahi kita dengan kejutan-kejutan kecil yang membuat kita lebih hebat dan mengangkat kita lebih tinggi. “Beginilah firman TUHAN: “Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN (Yer. 9:23-24).”

Bermegah di dalam Tuhan berarti membanggakan dan membesarkan nama Tuhan dan segala perbuatan-Nya yang ajaib di dalam hidup kita. Saat kita bermegah di dalam Tuhan, itu juga berarti bahwa kita mau menjadikan Tuhan sebagai fokus hidup kita. Sikap dan perbuatan harus mencerminkan kasih dan kemuliaan-Nya. Pujian yang kita terima bukan untuk memegahkan diri, namun memegahkan Allah. Kehormatan yang kita terima juga harus kita teruskan kepada Allah, karena Dia yang paling pantas menerimanya. Bukan karena kuat dan hebatnya kita, melainkan karena kasih dan kebaikan Tuhan maka kita bisa sampai pada hari ini dengan banyak pencapaian berharga, sehingga sangat layak untuk kita bermegah di dalam Tuhan.

“Tetapi barangsiapa bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan.”

2 Korintus 10:17

Bagikan Artikel: