Berkat yang Berlipat Ganda

Berbagi di masa sukar memang tidak mudah. Namun itulah tantangan kasih yang terkadang gagal untuk kita kerjakan. Tapi ketahuilah bahwa setiap pemberian yang keluar dari hidup kita, Tuhan tidak pernah melupakan. Justru pemberian di masa sulit adalah pemberian yang paling berharga. Tuhan mampu melipatgandakan berkat kita, sebagai buah dari apa yang kita tabur sebelumnya.

Seperti seorang petani yang hanya memiliki satu buah benih dalam genggamannya. Petani itu harus merelakan benih itu lepas untuk ditanam. Esok ia tak langsung menikmati hasil. Dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk benih itu bertumbuh, berbunga dan menghasilkan buah.

Kehilangan atau merelakan sesuatu terkadang bukanlah hal buruk. Justru dari situlah pintu berkat Tuhan terbuka. Tuhan tidak pernah memandang nominal atau bentuk dari apa yang kita bagi pada orang lain. Tuhan melihat hati kita. Pemberian menjadi indah di mata Tuhan bila kita melakukannya dengan tulus.

Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.

Lukas 6:38

Bagikan Artikel: