Berikan yang Terbaik

Berikan yang Terbaik
Berikan yang Terbaik

Di sebuah desa, semua penduduk berbondong-bondong menuju istana untuk mempersempahkan korban terbaik kepada raja. Korban yang dipersembahkan adalah hasil panen terbaik. Raja telah memberikan pengumuman kepada siapa saja yang berani memberikan korban terbaik, maka akan dikembalikan sepuluh kali lipat.

Namun rupanya ada satu keluarga yang meragukan janji tuannya. Keluarga ini menyembunyikan hasil panen terbaiknya dan mempersembahkan hasil yang bercacat. Raja pun menjadi marah dan mengetahui kelicikan keluarga ini. Sampai pada akhirnya raja memberikan hukuman atas ketidakjujurannya. Sedangkan penduduk yang lain menikmati pemberian yang dijanjikan oleh raja.

Kita seringkali berlaku seperti salah satu keluarga itu di mana kita meragukan janji Tuhan di mana Tuhan akan memberkati kita berkali-kali lipat. Kita pun mulai menimbang-nimbang dan menyunat pemberian kita kepada Tuhan. Seharusnya Tuhan mendapatkan yang terbaik, namun kita berusaha menipu Tuhan dengan memberikan yang buruk.

Adakah kita manusia layak berlaku demikian kepada Tuhan? Adakah manusia berhak mengambil apa yang sudah Tuhan beri? Apakah kita tidak takut kepada Tuhan Sang Pencipta kita? Segala sesuatu yang kita miliki dan nikmati ini adalah pemberian Tuhan dan sudah kewajiban kita untuk memberikan yang tidak bercacat kepada-Nya.

Terkutuklah penipu, yang mempunyai seekor binatang jantan di antara kawanan ternaknya, yang dinazarkannya, tetapi ia mempersembahkan binatang yang cacat kepada Tuhan. Sebab Aku ini Raja yang besar, firman TUHAN semesta alam, dan nama-Ku ditakuti di antara bangsa-bangsa.

Maleakhi 1:14

Bagikan Artikel: