Berhenti Sejenak

Berhenti Sejenak
Berhenti Sejenak

Ketika Daud menjadi raja atas seluruh Israel, ia melakukan suatu hal yang dianggap sangat berani dan sangat berisiko. Peristiwa tersebut bukanlah peperangan melawan musuh melainkan memindahkan tabut perjanjian Allah dari Yehuda ke Yerusalem. Pemindahan tabut perjanjian Allah ini dianggap sebuah perkara yang sangat berisiko karena tabut perjanjian Allah pada zaman itu merupakan sesuatu yang dianggap sakral dan suci. Jangankan untuk memindahkan tabutnya, orang pada zaman itu juga tidak diperkenankan untuk memegang tabut tersebut dengan sembarangan.

Berdasarkan kitab 2 Samuel pasal 6, pada waktu itu Daud mengumpulkan tiga puluh ribu orang pilihan untuk mengiringi pemindahan tabut Allah dari Baale-Yehuda ke Yerusalem. Seluruh bangsa Israel pada waktu itu secara terus menerus mempersembahkan pujian dan tarian kepada Tuhan dengan segenap tenaga yang mereka miliki. Tak main-main, mereka pun memuji Tuhan dengan diiringi kecapi dan gambus demi mempersembahkan yang terbaik kepada Tuhan.

Semuanya berjalan lancar tanpa halangan. Tetapi ketika iring-iringan tabut tersebut sampai di tempat pengirikan Nakhon, lembu-lembu penarik kereta itu tergelincir. Uzia yang berada di sebelah kereta itu pun memegang tabut perjanjian Allah dan akhirnya mati seketika. Seluruh mata memandang kejadian itu. Daud menjadi takut dan gemetar, sampai akhirnya dia memutuskan untuk mengehntikan pemindahan tabut dan meletakkan tabut tersebut di rumah Obed-Edom selama tiga bulan. Singkatnya, Daud mengerti maksud Tuhan. Pada akhirnya tabut perjanjian tersebut dapat dipindahkan dengan cara yang sedikit berbeda, yaitu dengan cara diangkat oleh manusia dan ketika para pengankat tabut itu maju sebanyak enam langkah, maka Daud mempersembahkan korban bakaran. Sehingga dengan cara itulah tabut perjanjian tersebut bisa masuk Yerusalem.

Pernahkah kita mengalami pengalaman yang serupa? Kita berusaha dengan sangat keras, mempersembahkan dan mengusahakan yang terbaik yang kita miliki tetapi yang kita dapat justru kegagalan. Daud pun pernah mengalami hal tersebut ketika memindahkan tabut perjanjian tersbut. Namun demikian ada satu hal yang perlu kita teladani dari pengalaman Daud. Ketika Daud menemui ada satu hal yang tidak beres, Daud berhenti sejenak dan mencari tahu maksud Tuhan. Sehingga pada akhirnya Daud mengerti apa yang menjadi kehendak Tuhan dan mengerti apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan, dan kemudian melakukannya seperti yang diminta Tuhan.

Ada kalanya kita perlu mengerti bahwa rancangan kita bukanlah kehendak Tuhan. Jika saat ini kita sedang menghadapi banyak kegagalan dalam hidup, ada baiknya kita berhenti sejenak, duduk diam di bawah kaki Tuhan dan meminta Tuhan membimbing langkah kita. Karena rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera dan buka rancangan kecelakaan.

Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Matius 6:33

Bagikan Artikel: