Berdamai dengan Orang Lain

Yesus telah datang ke dalam dunia sebagai Raja Damai dan menjadi pembawa damai bagi dunia, karena itu hidup berdamai seharusnya menjadi ciri khas kita dalam menjalani kehidupan. Sebelum berdamai dengan orang lain kita harus bisa berdamai dengan diri sendiri terlebih dahulu. Dengan meninggalkan dosa yang lampau dan masa lalu yang buruk, memaafkan diri sendiri, dan menghilangkan rasa iri, egois, dan segala kepahitan yang merusak kedamaian hati kita. Setelah kita mampu mengasihi dan menghargai hidup kita sebagaimana Tuhan mengasihi kita, barulah kemudian kita bisa mengasihi orang lain sebagaimana kita mengasihi diri sendiri.

Hidup damai dengan orang lain mengharuskan kita untuk memiliki hati seperti hati Kristus. Kita perlu melepaskan masa lalu dan pengalaman yang menyakitkan, kebencian atas orang lain, dan memberi pengampunan atas kesalahan orang lain. Kita melakukan semua itu karena Allah memandang kita semua sebagai ciptaan yang sama-sama berharga, diciptakan sebagai wujud kasih-Nya dan bersama-sama dalam menyenangkan hati-Nya. Karena itu kita memberi dan berbagi kepada orang lain karena telah lebih dulu menerima dari Allah. Kita mengasihi orang lain karena telah lebih dulu dikasihi Allah. Kita mengampuni orang lain karena telah lebih dulu diampuni Allah.

Masing-masing kita punya peran tersendiri untuk membawa damai dalam kehidupan kita dan orang lain. Allah ingin agar kita mampu menjadi pembawa damai ditengah kebencian dan perselisihan, menjadi pembawa kebenaran ditengah kesesatan dan ketidakadilan, dan menjadi pembawa suakcita ditengah kesedihan dan keterpurukan. Allah menginginkan kedamaian antara hubungan kita dengan sesama, yang dilandasi dengan kasih dan kekudusan. Mendekatlah kepada Allah agar kasih karunia-Nya memampukan kita hidup berdamai dan menjadi damai dalam kehidupan orang lain.

Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan.

Ibrani 12:14

Bagikan Artikel: