Berdamai dengan Masa Lalu

Berdamai dengan Masa Lalu
Berdamai dengan Masa Lalu

Pengalaman Yusuf dengan saudara-saudaranya tentu membuat hatinya hancur dan menggoncang imannya. Saudara-saudara Yusuf iri hati dan benci padanya sehingga memasukkannya ke dalam sumur dan menjualnya ke Mesir. Tapi Tuhan menyertai Yusuf dan tetap melimpahkan kasih setiaNya padanya, sehingga ia akhirnya mempunyai kuasa di Mesir. Namun Yusuf akhirnya memaafkan saudara-saudaranya, memberi mereka tempat di Mesir, dan menghindarkan mereka dari bencana kelaparan. Ia bahkan tidak mengingat-ingat lagi segala yang buruk yang pernah mereka perbuat padanya. “Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu” (Kejadian 45:5).

Kita pasti pernah mengalami pengalaman kurang menyenangkan seperti tidak dihargai, disakiti atau dibohongi oleh orang lain bahkan orang yang kita sayangi. Dan mungkin saja rasa sakit dari kejadian itu masih melekat sampai saat ini walaupun sudah lama berlalu. Tapi kita harus yakin bahwa semua yang terjadi ada dalam kewenangan Tuhan dan semua yang terjadi tidak akan melebihi kekuatan kita. Tuhan mampu mengubah kepahitan di masa lalu menjadi masa depan yang cerah asal kita mau mempercayakan semuanya padaNya. Tuhan akan menjadi kekuatan kita saat orang lain membuat kita lemah, Ia mampu melakukan segala sesuatu yang mungkin tidak terpikirkan sama sekali.

Seperti Yusuf, hendaknya kita lebih memilih mencari kehendak Tuhan atas semua yang terjadi dalam hidup daripada menyesalinya. Percaya bahwa Tuhan akan mendatangkan hal baik dalam hidup kita meskipun harus didahului kejadian yang tidak menyenangkan. Semua orang penah melakukan kesalahan dan semua orang pernah menyakiti hati orang lain dengan sengaja ataupun tidak. Namun kesempatan untuk berubah selalu ada dan bahkan Tuhan berkali-kali memberi kita kesempatan untuk memohon ampun atas dosa-dosa kita dan memperbaiki diri. Kita pun selayaknya memberi maaf pada siapapun yang pernah menyakiti hati kita. Karena Tuhan memberi kita hari baru setiap hari, seperti lembaran kosong yang akan kita isi dengan cerita yang baru. Berdamailah dengan masa lalu dengan melupakan hal menyakitkan yang pernah terjadi dan lanjutkan hidup kita dengan penuh sukacita.

Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain.

Markus 9:50

Bagikan Artikel: