Berbagi

Berbagi merupakan hal yang mudah bagi sebagian orang. Terbukti ada begitu banyak orang yang menghamburkan uangnya untuk dapat berbagi dengan yang lain. Karena itu kekuatan memberi yang paling besar ketika kita sedang berkelimpahan, dan kekuatan itu menjadi kecil ketika kita sedang berada dalam kekurangan. Tetapi firman Tuhan mengajarkan kepada kita untuk dapat berbagi ketika kita dalam masa kekurangan. Sebab hakikat kaya yang sesungguhnya adalah ketika kita tidak sanggup berbagi namun masih berusaha untuk berbagi. Gaya hidup berbagi juga perlu untuk senantiasa diupayakan, sebab berbagi akan mengajarkan kita tentang rasa syukur dan sikap murah hati. Tuhan menghendaki agar setiap pemberian harus dilandaskan pada rasa syukur kepada sang sumber kehidupan. Sebab Allah telah lebih dahulu berbagi hidup dengan kita melalui Yesus.

Itulah sebabnya sebagai orang yang telah diselamatkan karena kasih Allah melaluiĀ  pengorbanan Yesus, kita wajib untuk memiliki gaya hidup berbagi. Tuhan tidak pernah melihat seberapa banyak yang sanggup kita beri, namun Ia melihat seberapa kita berusaha untuk dapat berbagi. Sebab di dalam berbagi kita akan belajar tentang makna hidup yang penuh dengan rasa syukur dan memaknai hidup yang bergantung kepada Allah. Kita percaya Allah adalah sumber berkat kita, tak akan pernah dibiarkan anak-anaknya kekurangan. Mari kita terus mengupayakan untuk terus berbagi meskipun pada masa kekurangannya.

Lalu Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu. Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya.”
Lukas 21:3-4

Bagikan Artikel: