Belum Matang

Belum Matang
Belum Matang

Malam itu ibu memasak mie goreng. Ibu menyajikannya bersama telor rebus dan nasi putih. Adik melihat ayah memakannya dengan lahap, padahal semua masakan ibu belum matang sempurna. Mienya masih sedikit keras, nasinya sebagian masih terasa beras dan telornya belum padat. Adik mendekati ayah dan berbisik, “Ayah, apa masakan ibu malam ini enak? Ini belum matang mienya.”

Ayah mengelus kepala adik dan menjawab, “Dari pagi ibu mencuci pakaian selama ayah dan adik bekerja dan sekolah. Ibu juga harus membersihkan rumah, belum lagi membuatkan kita makan malam. Bagi adik, lebih memilih mana antara makanan dan ibu?”

“Ibu, yah.”

Di dunia ini tidak akan pernah cukup bila digunakan untuk mengejar kesempurnaan. Setiap orang tentu memiliki kelemahan dan juga kesalahan. Fungsi dari keluarga itu sendiri adalah menututp kelemahan dan mengampuni kesalahan. Keluarga akan menjadi “neraka” pertama jika tidak dibentuk di dalam kasih dan iman kuat di dalam Tuhan. Jika kita ingin disayangi oleh keluarga kita, maka kita harus menunjukkan kasih itu terlebih dahulu kepada mereka. Andai kita enggan untuk mengalah satu sama lain, itu sama halnya kita membuka celah untuk sebuah pertengkaran.

Memulai pertengkaran adalah seperti membuka jalan air; jadi undurlah sebelum perbantahan mulai.

Amsal 17:14

Bagikan Artikel: