Belajar untuk Percaya

Belajar untuk Percaya
Belajar untuk Percaya

Di sudut kota, ada seorang kakek yang harus mengasuh keempat cucunya. Kakek ini hanyalah seorang pekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak menemtu. Bulan depan, keempat cucunya mulai masuk sekolah dan tentunya membutuhkan biaya yang cukup banyak. Bisa memberi makan cucunya dengan nasi tanpa lauk saja sudah luar biasa, apalagi harus menyekolahkan keempat cucunya. Uang dari mana?

Pada minggu pertama, tiba-tiba kakek itu mendapatkan pekerjaan yang harus menguras tenaganya, namun ia mendapatkan upah yang cukup besar. Minggu kedua kayu-kayu yang dipungutnya setiap hari dari hutan, habis terjual. Dan di minggu berikutnya, ada seseorang yang memberinya uang karena kakek itu pernah menolongnya di masa lalu. Hasilnya, walau kakek itu tidak kaya, ia bisa membayar semua biaya sekolah cucunya tanpa berhutang.

Seringkali kita khawatir tentang apa yang kita hadapi di dunia ini, apa yang kita makan, kenakan, bagaimana bisa membayar rumah, sekolah dan lain sebagainya. Berulang kali telah Tuhan katakan kepada kita, “Jangan khawatir, engkau Kupelihara,” namun kita masih saja meragukan Tuhan. Mungkin saat ini Tuhan tidak menyediakan apa yang kita minta, tapi Tuhan selalu menuntun kita setiap kali menemui kesukaran.

Pemeliharaan Tuhan kepada kita hingga saat ini adalah sebagai bukti bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Tuhan hanya ingin mengajarkan kepada kita bahwa kita harus senantiasa percaya kepada-Nya dengan mengizinkan berbagai macam kesukaran menghampiri kehidupan kita. Jika kita mengaku mempunyai iman yang teguh kepada Tuhan, maka jangan sekali-kali mengundang keraguan!

Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

1 Petrus 5:7

Bagikan Artikel: