Belajar Membuat Permata

Belajar Membuat Permata
Belajar Membuat Permata

Han adalah anak seorang tukang permata. Setiap harinya ia melihat sang ayah membentuk berbagai macam permata dan menjualnya dengan harga yang mahal. Han pun ingin menjadi tukang permata seperti ayahnya di mana banyak orang yang selalu memuji hasil karya sang ayah. “Ayah, ajari aku membuat permata seperti itu.”

Ayahnya sempat meragukan kemampuannya namun pada akhirnya menjadi percaya dengan memberikan sebuah batu untuk digenggam oleh Han. “Genggamlah batu ini,” kata sang ayah. Han pun menggenggam bau itu seharian. Esok hari Han masih harus melakukan hal yang sama yaitu menggenggam batu dan berlangsung selama sepuluh hari. Pada hari terakhir Han hampir menolak perintah ayahnya untuk menggenggam batu namun ditahannya.

“Ini bukan batu yang sama, Yah,” ujar Han.

Sang ayah kemudian tersenyum dan berkata kepada Han, “Kau sudah layak untuk menjadi tukang permata.”

Melakukan pekerjaan yang sama secara berulang-ulang memang membosankan. Terkadang kita ingin secepatnya menerima berkat yang besar tanpa melalui prosesnya. Saat kita bertekun dalam apa yang Tuhan perintahkan, maka tanpa disadari kita telah menjadi “ahli” dibidang yang sedang kita tekuni. Dari sanalah berkat itu akan Tuhan curahkan dalam kehidupan kita.

Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.

Ibrani 10:36

Bagikan Artikel: