Belajar dari Semut

Belajar dari Semut
Belajar dari Semut

Semut memiliki ukuran yang sangat kecil namun punya kebiasaan yang patut kita contoh. Semut itu giat mengumpulkan cadangan makanan untuk koloninya dan menimbunnya di dalam sarang. Semut tidak akan berhenti bekerja selama persediaan makanan di sarangnya belum penuh. Kalau pun sudah penuh, semut yang lainnya siap membuat ruangan baru untuk menyimpan makanannya. Keunggulan lainnya yaitu dalam hal kerja sama. Ketika semut menemukan makanan yang terlalu besar untuk diangkut sendiri, mereka akan mengangkutnya bersama-sama. Tapi sering juga kita melihat semut sanggup menarik beban yang jauh lebih besar dari tubuhnya yang menunjukkan mereka memang pekerja keras.

Memang terkadang menyebalkan melihat semut yang ada di mana-mana sambil berbaris-baris menuju makanan kita dan kembali ke sarangnya. Tapi juga menarik untuk diamati karena banyak hal penting yang bisa kita pelajari dari mereka. Penulis Amsal juga memuji kerajinan semut dan menjadikannya sebagai contoh bagi orang yang mau hidup dengan giat dan bijaksana. Kita bisa belajar dari seekor semut kecil misalnya dalam urusan kerja sama, giat, dan pantang menyerah.

Kita harus belajar jadi seperti semut, jadi pribadi yang lebih bijak. Kalau jalan yang akan kita lalui terhalang atau mengalami kegagalan, jangan putus asa. Kita bisa mencari jalan lain, apalagi kita punya Allah yang luar biasa. Dia akan selalu memberi kita jalan keluar untuk setiap permasalahan. Jadi rintangan bukanlah alasan untuk berhenti berusaha. Kita juga harus tolong menolong dan saling bekerja sama dengan orang lain. Beban yang berat akan terasa ringan jika dikerjakan bersama. Dan juga giat melakukan kegiatan yang positif dan menyenangkan hati Tuhan.

Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak (Amsal 6:6)

Bagikan Artikel: