Belajar dari Kesalahan

Belajar dari Kesalahan
Belajar dari Kesalahan

Paulus adalah salah satu tokoh besar yang banyak belajar dari kesalahan dan masa lalunya. Dahulu ia bernama Saulus, ia menganiaya jemaat Allah, memasukkan ke dalam penjara, dan berusaha membinasakan mereka. Sampai akhirnya Allah membuatnya sadar dan memilihnya untuk memberitakan Injil di antara bangsa-bangsa. Paulus belajar dari kesalahannya dan tetap setia dengan imannya, iman yang dulu hendak dibinasakannya.

Pengalaman adalah guru yang terbaik karena ia memberi ujian terlebih dahulu baru kemudian pelajaran. Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan. Satu-satunya orang yang tidak membuat kesalahan adalah orang yang tidak pernah melakukan apa-apa. Keterbatasan pengetahuan, ketidaktahuan, lupa, atau hal-hal lain dapat membuat kita salah dalam bertindak dan mengambil keputusan. Yang lebih penting adalah bukan menyesalinya berlarut-larut, melainkan menerimanya dan belajar darinya. Mereka yang mau mengakui kesalahannya adalah mereka yang berjiwa besar, yang berhasil mengalahkan ego dan gengsi.

Belajarlah dari kesalahan, tidak perlu malu dan takut, karena melalui kesalahan itu kita dapat diubah menjadi lebih baik lagi dan belajar menjadi lebih bijaksana. Saat kita melakukan kesalahan, bukalah diri untuk selalu menerima masukan dari orang lain dan belajar dari kesalahan yang terjadi.

Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang.

Efesus 5:8

Bagikan Artikel: