Beban-beban yang Berat

Ada sebuah kisah di mana seorang nenek menempuh perjalanan yang jauh dengan memanggul sekarung benih. Berkali-kali nenek menghentikan langkahnya, menghela napas. Punggungnya mungkin sakit dan merasakan lelah yang luar biasa, tapi hal itu tidak membuat langkahnya terhenti.

Nenek membawa benih-benih itu ke ladang, menggemburkan tanah lalu menanamnya satu per satu. Nenek membangun sebuah gubuk kecil dan menjaga benihnya bertumbuh siang dan malam. Beberapa bulan kemudian, nenek menuai hasil ladangnya berlipat ganda.

Seperti itulah beban yang Tuhan izinkan untuk kita pikul. Tidak ada perkara yang berakhir dengan sia-sia. Beban yang kini bertengger pada bahu kita, kelak akan Tuhan ubahkan menjadi berkat yang tak terkira. Kita hanya butuh kesabaran untuk mendapatkan jawaban dari apa yang kita doakan.

Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akanĀ menuaiĀ dengan bersorak-sorai.

Mazmur 126:5

Bagikan Artikel: