Bapa, Jangan Tinggalkan Aku

Jangan Tinggalkan Aku
Jangan Tinggalkan Aku

Saat kita disakiti, saat orang-orang memandang rendah diri kita, saat mereka menertawakan kelemahan kita, kemanakah kita berlari mencari perlindungan? Mungkin kita mencoba untuk kembali ke rumah namun keluarga telah membuang kita. Kita dianggap sebagai anak yang tidak lagi mereka butuhkan, kemanakah kita berseru mencari pertolongan? Kita mulai mendatangi sahabat baik, namun pada kenyataannya mereka tak lagi menerima kita karena kini kita tidak memiliki apa-apa, kemanakah kita mencari tempat untuk menangis?

Saat semua itu terjadi, ingatlah bahwa kita masih memiliki Yesus. Saat hati kita pedih, Yesus pun turut merasakannya. Saat kita dicampakkan, hati Yesuspun turut terluka. Saat kita berseru, “Bapa, Bapa, jangan ditinggalkan aku…” dari tempat kudusnya Yesus mendengar dan tangannya memeluk erat kita. Yesus ada. Yesus mendengar. Yesus melihat. Yesus akan memberi kelagaan.

Bagikan Artikel: