Balaslah Caci Maki Dengan Memberkati

Saya mengenal Ibu Melly sudah cukup lama. Saya hampir tidak pernah melihat Ibu Melly bersedih. Beliau selalu tertawa dengan wajah yang meneduhkan. Kecuali saat suaminya meninggal, untuk pertama kali saya melihatnya sangat berduka.

Ibu Melly adalah orang yang sangat baik, namun masih tetap ada orang-orang yang tidak menyukainya. Bahkan Ibu Melly pernah dipermalukan di depan umum. Bukannya menangis atau marah-marah untuk membela diri, Ibu Melly justru tersenyum dan membagikan kue yang baru ia beli kepada orang-orang yang merendahkannya. Diterima atau tidak, Ibu Melly tetap memberi dan berbuat baik.

Sampai suatu ketika, orang-orang yang membencinya mulai menghilang satu per satu. Mereka memilih untuk pindah keluar kota. Bukan karena mereka semakin membenci, namun karena malu akan kebaikan Ibu Melly.

Akan selalu ada orang-orang yang tidak menyukai kita. Apapun yang kita kerjakan, mungkin selalu mendapat caci maki. Jangan lekas-lekas timbul amarah dalam hati. Jangan lekas-lekas timbul dengki. Namun lekas-lekasnya mengampuni dan perkatakan hal-hal yang memberkati untuk mereka.

Tetaplah berbuat baik walau tidak ada yang menghargai. Tetaplah mengasihi walau orang-orang menolak kita. Semua hal buruk yang kita alami merupakan ujian kesabaran. Balaslah kejahatan dengan kebaikan hatimu. Balaslah caci maki dengan memberkati. Balaslah kebencian dengan kasih.

Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu.

Lukas 6:29

Bagikan Artikel: