Apakah Aku akan Tetap Dikenang?

Ketika kita ditinggalkan oleh orang-orang yang kita cintai, kita akan mengingat kenangan-kenangan indah yang pernah kita lalui bersamanya. Menghadapi kematian, ada berbagai reaksi; ada yang berdukacita sampai berlarut-larut, ada yang cuek-cuek saja, ada juga yang bersukacita – kasus khusus bila yang meninggal adalah seseorang yang menyebabkan hidupnya menderita. Maut tidak deskriminatif, ia tidak mengenal siapa kita, berapa umur kita, di mana kita tinggal atau berapa banyak kekayaan kita, dan tidak ada seorang pun yang tahu ketika maut itu datang menjemput. Jika demikian bukankah kita harus memikirkan bagaimana kita hidup, apakah kita akan dikenang dengan indah. Sebagai orang percaya tentu kita mengharapkan dikenang oleh Allah, dengan kata lain apakah nama kita tercacat dalam buku kehidupan. Jawaban kita hari ini menentukan bagaimana kita hidup sehari-hari.

Mari mulai memikirkan hal ini, apa yang akan dikenang orang ketika kita meninggalkan dunia ini, apakah orang akan berdukacita ketika kehilangan kita, apakah yang akan ditulis di batu nisan kita nanti, dan yang paling penting adalah apakah nama kita tercacat dalam buku kehidupan. Jika kita memikirkannya mari kita mengambil tindakan dan melakukanya setiap hari. Sebab kita tidak pernah tahu kapan maut datang memanggil dan tibanya hari penghakiman kita.

Kenangan kepada orang benar mendatangkan berkat, tetapi nama orang fasik menjadi busuk.
Amsal 10:7

Bagikan Artikel: