Apa yang Anda Pikirkan?

Yang Anda Pikirkan
Yang Anda Pikirkan

Ada seorang penebang kayu yang kehilangan kapaknya, sehingga dia tidak bisa bekerja. Dia mencurigai tetangganya yang mencuri kapaknya. Saat tetangganya pergi dan menutupi peralatan kerjanya dengan kain, ia berpikir kapaknya pasti disembunyikan di antara peralatan tersebut. Saat tetangganya menyapa, ia berpikir tetangganya berusaha menutupi perbuatannya. Apalagi saat hasil tebangan kayu tetangganya lebih banyak dari biasanya, ia makin yakin bahwa tetangganya menebang menggunakan kapak curian. Ia semakin berpikir yang aneh-aneh. Pada hari berikutnya, baru disadari ternyata kapaknya disimpan di laci dapur oleh istrinya yang sedang keluar kota. Akhirnya dia sangat malu dengan dirinya sendiri.

Apa yang sedang kita pikirkan? Setiap saat kita punya kesempatan untuk mengisi pikiran kita dengan berbagai hal. Dan pikiran itu akan membentuk sikap dan hidup kita. Sikap orang lain bisa berubah jadi kurang menyenangkan dan keadaan bisa berubah jadi buruk, kita tidak bisa mengendalikan semua itu agar selalu berjalan lancar dan sesuai keinginan kita, yang bisa kita kendalikan adalah pikiran dan sikap kita.

Pikiran membentuk hidup kita. Hidup seperti apa yang kita inginkan, maka pikirkanlah hal seperti itu. Namun jangan hanya mengandalkan pikiran kita saja, gunakan juga hatimu. Kalau kita hanya mengandalkan pikiran saja, maka hidup kita akan terperangkap hanya pada apa yang bisa kita pikirkan. Sementara pikiran kita sangat terbatas dan tidak selalu benar. Karena itu pandanglah suatu masalah dari berbagai sudut pandang, agar kita mendapat banyak pertimbangan. Pikirkanlah yang baik, tentang sesama, tentang segala keadaan, dan tentang masa depan, sambil meminta Roh Kudus agar selalu menguasai hati dan pikiran kita.

Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

Filipi 4:8

Bagikan Artikel: