Anak Anjing

Anak Anjing
Anak Anjing

Saat hujan deras, ada seekor anak anjing yang berteduh di bawah pohon. Rupanya pohon itu tidak memiliki banyak daun sehingga bulu-bulunya menjadi basah. Anak anjing itu hanya bisa menggogong lirih. Dan ketika malam tiba, ada seorang kakek yang melewati pohon itu kemudian memungut anak anjing. Sesampainya di rumah, anak anjing itu dikeringkan dan diberikan susu. Karena kebaikan sang kakek, anak anjing tak mau meninggalkanya dan tetap menjaga kakek.

Seekor anak anjing pernah mengalami penderitaan, dan juga mampu membalas budi terhadap pertolongan yang didapatkan. Lalu bagaimana dengan kita? Masakah kita kalah dengan seekor anak anjing? Apa yang sudah kita lakukan kepada kedua orang tua kita? Sudahkah kita menjaga mereka? Sudahkah kita menyenangkan hati mereka? Sudahkah kita berhenti mengatai mereka? Sudahkah kita berhenti memberontak?

Dan yang terlebih dari itu, apa yang sudah kita perbuat untuk Tuhan? Dia yang selalu memberikan pertolongan di waktu kita mengalami kesusahan. Tuhan juga yang memberikan jalan keluar saat kita tidak tahu lagi harus melangkah kemana. Dan Tuhan pula yang sudah memberikan kita berkat-Nya. Sudahkah kita menjadi setia pada-Nya?

Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.

1 Korintus 15:10

Bagikan Artikel: