Amarah yang Mencelakakan

Amarah yang Mencelakakan
Amarah yang Mencelakakan

Ketika pergi ke pantai, saya melihat ada orang-orang yang membawa keranjang. Orang-orang itu mendekati karang-karang kecil kemudian mencari semacam lobang. Mereka juga membawa seperti lidi yang dimasukkan ke dalam lobang-lobang itu. Setelah itu ada makhluk seperti keong kecil yang keluar dari celah-celah karang lalu dambil dan dimasukkan ke dalam keranjang. Orang-orang itu kemudian menjualnya kepada wisatawan.

Seandainya saja keong-keong itu tidak terpancing dengan lidi-lidi yang ditusuk-tusukkan ke dalam lobang/rumah keong, maka keong-keong itu tidak akan tertangkap sehingga masih tetap bisa hidup sesuai dengan habitatnya.

Kita terkadang memiliki karakter seperti keong. Ketika ada seseorang yang memancing kesabaran kita, kita menjadi gagal untuk menahannya. Kita menjadi marah dan mengeluarkan seluruh  emosi kita. Kita tidak sadar bahwa emosi negatif itu kelak mampu mencelakakan diri kita sendiri.

Penyelasan tidak akan pernah membantu sebab sesuatu telah terjadi. Ada baiknya kita mampu menahan emosi dan bersabar terhadap apapun juga. Memang sangat sulit untuk menghadapi orang-orang yang berlaku jahat kepada kita, namun itulah bedanya kita dengan orang-orang yang tidak mengenal Kristus.

Janganlah lekas-lekas marah dalam hati, karena amarah menetap dalam dada orang bodoh.

Pengkhotbah 7:9

Bagikan Artikel: