Amarah Menyakiti Diri Kita Sendiri

Malam itu ada seekor ular yang diam-diam menyelinap melalui celah bawah pintu. Ular itu memasuki sebuah gudang yang sehari-hari digunakan oleh tukang kayu untuk membuat kursi dan perabot lainnya.

Ular menyusuri dari tempat satu ke tempat yang lain sembari menunggu mangsa. Tak sengaja tubuhnya menyenggol sebuah gergaji. Karena merasa terluka dan terancam, ular segera melilitkan tubuhnya pada gergaji itu. Ular berusaha mencekik sesuatu yang mengancamnya, melilitkan semakin erat berharap musuhnya segera mati. Namun yang ada, tubuh ular semakin terluka kemudian mati sia-sia.

Seperti itulah amarah bila kita melayaninya. Semakin kita meluapkan amarah, kita berharap orang lainlah yang terluka. Tapi sesungguhnya amarah itu akan menyakiti diri kita sendiri. Tidak perlu emosi saat mendengar perkataan yang pahit, belajarlah untuk bersabar tanpa memberi balas.

Selama kita berada di jalan yang benar, maka kata-kata hinaan itu akan kembali sebagai jerat bagi pemiliknya. Mereka akan terjatuh dan menelan kata-katanya sendiri. Dan tidak perlu memikirkan cara bagaimana untuk membalasnya, sebab Tuhanlah yang berhak atas pembalasan itu.

Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.

Roma 12:19

Bagikan Artikel:

Tags: , ,


youtube

youtube

youtube

Motivasi Terkini
Jesus
You might also likeclose