Allah Yang Benar dan Mengasihi

Allah adalah Allah yang sempurna, suci dan benar tapi di dalam kesempurnaan dan kesucian-Nya, Allah tetap mengasihi manusia yang berdosa. Dosa yang tidak mudah dimaafkan dan diampuni itu disingkirkan dan dibuat seolah-olah tidak ada. Bayangkan dimensi kasih yang sempurna ini, yang memungkinkan manusia dipandang tidak berdosa dan ditaruh kembali pada posisi yang ia tempati sebelum jatuh dari dari dosa. Kasih yang ada dalam satu pribadi yang sempurna yaitu Yesus Kristus. Dengan kasih yang sempurna inilah Ia rela mati di atas kayu salib untuk menggantikan manusia yang berdosa, dan membuat diri-Nya yang tidak berdosa menjadi dosa karena kasih-Nya kepada manusia. Darah yang tercurah sebagai tanda bahwa segala dosa manusia telah selesai ditanggung-Nya dan manusia dinyatakan tidak bersalah dan bebas dari dosa. Manusia yang pada awalnya telah dinyatakan bersalah dan kehilangan kemuliaan Allah dipulihkan ke kondisi semula. Jadi kasih yang sempurna sesungguhnya kasih yang ditunjukkan kepada orang yang tidak layak menerimanya. Allah yang sempurna dan suci ini telah mengasihi manusia sebelum manusia mampu mengasihi Allah.

Setelah kita mengetahui betapa Allah yang sempurna dan suci itu begitu mengasihi kita bahkan sebelum kita layak untuk dikasihi. Lalu apa yang telah kita lakukan untuk dapat membalas kasih yang sempurna yang telah ditunjukkan-Nya kepada kita. Mari kita tunjukkan kasih kita kepada-Nya dengan menghargai anugerah keselamatan dan pembenaran yang telah kita terima dengan sungguh-sungguh hidup seturut dengan kehendak Tuhan. Agar Ia disenangkan lewat kehidupan kita.

Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi pengantara mereka.
Ibrani 7:25

Bagikan Artikel: