Allah Menginginkan Kita

Ketika kita merasa bahwa Allah tidak membutuhkan apa-apa dari kita, maka kita bisa menjadi apatis. Kita menjadi orang yang hidup dengan acuh tak acuh, tidak peduli terhadap segala sesuatu yang terjadi disekitar. Kita menjadi lupa bahwa apa pun yang kita lakukan akan berbalik kepada diri kita. Ketika kita berbuat dosa kita yang akan dirugikan, ketika kita berbuat kebenaran kita yang diuntungkan. Apa pun yang kita lakukan sesungguhnya kita melakukannya untuk diri kita sendiri. Dalam kita Ayub dikatakan bahwa manusia berbuat dosa atau berbuat kebenaran, Allah tidak dirugikan atau diuntungkan. Meskipun perbuatan manusia tidak memberi pengaruh kepada Allah, bukan berarti Allah tidak mempedulikan kita, Dia justru sangat mengasihi kita. Sebab Allah tahu bahwa manusia adalah makhluk yang lemah, yang tidak mampu berbuat apa-apa dan seringkali tersesat. Itulah sebabnya Allah mengutus Anak-Nya yang tunggal untuk menuntun kita kepada hidup yang memiliki arti. Ia menginginkan kita, mengasihi dan mempedulikan hidup kita.

Karena itu, meskipun Allah tidak membutuhkan kita, tetapi Ia tetap mengasihi dan mempedulikan hidup kita. Bahkan rela memberikan Anak-Nya yang tunggal untuk membuat hidup kita berarti. Karena itu janganlah bersikap acuh tak acuh, hidup dengan sembarangan, sebab semua yang kita lakukan akan berdampak pada hidup kita juga. Mari kita hidup benar sebagai bentuk penghargaan kita terhadap pengorbanan Yesus yang telah berkorban untuk menjadikan kita berarti.

Jikalau engkau berbuat dosa, apa yang akan kaulakukan terdapat Dia? Kalau pelanggaranmu banyak, apa yang kaubuat terhadap Dia? Jikalau engkau benar, apakah yang engkau berikan kepada Dia? Atau apakah yang diterimanya dari tanganmu?
Ayub 35:6-7

Bagikan Artikel: