Aku Tidak Akan Menyelamatkan Kamu Lagi

Ketika kita mempelajari kisah bangsa Israel dalam kitab Hakim-hakim kita akan melihat satu siklus yang terus berulang; meninggalkan Allah dan kembali kepada Allah. Mereka berulangkali meninggalkan Tuhan dengan menyembah berhala-berhala kemudian ditegur Allah dan kembali kepada Allah. Ketika mereka bertobat memang Allah menyelamatkan mereka lagi, karena mereka menghancurkan berhala-berhala mereka dan karena Allah tidak dapat menahan hati-Nya melihat kesukaran mereka. Tuhan akan mengampuni mereka apabila mereka sungguh-sungguh meninggalkan jalan mereka  yang jahat, memohon pengampunan dengan segenap hati, dan dengan tulus meratapi dosa-dosa mereka mereka. Seharusnya mereka mengalami pertobatan sejati; pertobatan yang harusnya diikuti oleh perubahan permanen dari cara hidup. Jika tidak demikian Allah akan berkata: aku tidak akan menyelamatkan kamu lagi! Artinya ada batas waktu Allah memberikan kesempatan kepada umat-Nya.

Sama halnya dengan kita saat ini. Jika kita mau jujur, bukankah kita sebenarnya sama dengan bangsa Israel. Kita seringkali meninggalkan Tuhan dan mengikuti keinginan-keinginan daging kita, kesenangan diri sendiri dan kenikmatan sesaat. Ketika kita membutuhkan pertolongan Tuhan kita akan berjanji kepada Tuhan bahwa kita akan meninggalkan kejahatan-kejahatan itu, namun ketika Tuhan sudah menolong kita lupa dan kembali kepada kebiasaan-kebiasaan lama itu. Begitu terus dan berulang berkali-kali. Mari kita bertobat sebelum Tuhan berkata: aku tidak akan menyelamatkan kamu lagi. Sebelum Tuhan melepaskan tangan-Nya atas hidup kita.

Tetapi kamu telah meninggalkan Aku dan beribadah kepada allah lain; sebab itu Aku tidak akan menyelamatkan kamu lagi.
Hakim-Hakim 10:13

Bagikan Artikel: